Solusi Mudah Menuju Baitullah bersama PT Media Wisata Utama
Sabtu, 16 April 2016
Rabu, 13 April 2016
Informasi Umroh
Assalammualaikum
wr wb,Bapak & Ibu Kaum Muslimin yang Berbahagia.
Informasi Umroh Bersama Sahabat
SBL ( SOLUSI BALAD LUMAMPAH) UMROH Hemat & Berkah 2016.
APAKAH
ANDA BELUM MELAKSANAKAN HAJI ATAU UMRAH? SUDAH ADA NIAT TAPI BELUM TERLAKSANA LANTARAN
BELUM ADA BIAYA?
JANGAN
KHAWATIR …!
SELALU ADA JALAN BUAT ORANG-ORANG YANG BERSUNGGUH-SUNGGUH …!
MAU
UMRAH / HAJI TAPI BINGUNG ?
KAMI
SIAP MEMBANTU, HINGGA IMPIAN ANDA BENAR BENAR NYATA
PENDAFTARAN
UMRAH DAN HAJI PLUS BISA ANDA LAKUKAN DI SINI
INSYA
ALLAH …. IBADAH UMRAH ANDA TAHUN INI BERBEDA DAN LEBIH BERMAKNA DARI TAHUN
SEBELUMNYA …..
Inilah
yang ingin kami rekomendasikan khusus untuk Anda:
PT.
MEDIA WISATA UTAMA (Solusi Balad Lumampah
Tour & Travel), Izin Kemenag No. D/351 Tahun 2013. yaitu sebuah Program
Perjalanan Haji Plus / Umroh Bisa Berkesempatan Mendapatkan Umroh Gratis, untuk
Anda dengan sebuah konsep yang unik dan menarik Yang Bertujuan MULIA yaitu :
“Bagaimana
Membuat Orang Yang Tidak Mampu Menjadi Mampu Untuk Umrah / Haji dan Sekaligus
Merubah kondisi Financial menjadi lebih baik & Sejahtera. Hidup Berkah
& Hidup Berlimpah“
•
Bisa Membuka Kantor Perwakilan Kota
• Bisa Membuka Kantor Cabang
• Bisa Membuka Kantor Cabang
Silahkan
Hubungi : Kantor Perwakilan PT. MEDIA WISATA UTAMA (Solusi Balad Lumampah Tour & Travel) Area Makassar, Provinsi
Sulawesi Selatan, Jalan Manggala Raya No. 215 Blok VIII Perumnas Antang
Manggala Makassar 90234.
(/SMS
: +6281 355 996 174, +6281 342 612 495,
Whatsapp : +6281 355 071 583.
Whatsapp : +6281 355 071 583.
Email : umrah.sahabatsbldenpasar@yahoo.com
WEBSITE : http://solusiumrohsblperwaklandenpasarbali.blogspot.co.id
http://solusiumrohgratiskeluargasbl.blogspot.co.id/
http://mauumrahdanhajidenpasar.blogspot.co.id
Jumat, 04 Maret 2016
PT Media Wisata Utama
APAKAH ANDA SIAP KE BAITULLAH TAHUN INI??
KAMI SIAP MEMBANTU ANDA UNTUK SEGERA MEWUJUDKAN NIAT SUCI ANDA!!!
Kami dari PT. Media Wisata Utama, MENCARI ANDA...
- Beberapa orang yang mau menjadi mitra Usaha Travel Umrah & Haji Plus.
- Bisa bolak balik Umrah/Haji Plus GRATIS..!!!
- Potensi gaji & penghasilan puluhan juta Rupiah dan diterima 2 kali dalam sebulan (tanggal 1 dan 15 tiap bulannya).
- Potensi Mendapatkan Reward Umrah Gratis, Mobil, Rumah, Mini Market, Properti, dll.
MARI JADIKAN PELUANG INI MILIK ANDA SEKARANG JUGA!!!
Kami mengundang Anda untuk menghadiri:
SEMINAR ISLAMI "UMRAH SEMUDAH SENYUM"
"Solusi Tercepat & Hemat Menuju Baitullah yang Belum Pernah Terungkap
Cara Cerdas Bagi Siapapun Berangkat Umrah & menjadi pengusaha Travel Umrah & Haji Hanya Dengan Rp. 1Juta
Insya Allah akan dilaksanakan pada:
Hari/Tgl: Ahad, 13 Maret 2016
⏰ Waktu: 12.00-12.30 (Registrasi & Shalat Dzuhur Berjamaah) ** 12.30-Selesai (Acara)
Tempat: Aula Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Jl. Rappocini Raya No. 223 Makassar
GRATIS & TERBUKA UNTUK UMUM (MUSLIM & MUSLIMAH)
TENTUKAN SEKARANG JUGA!!!
LANGSUNG DAFTAR IKUT SEMINARNYA, SEAT TERBATAS!!!
VIA SMS/LINE/WA/BBM (NAMA_ASAL_NO.HP)
- Ikhwan: TLP/SMS : 081355996174
- Akhwat: TLP/SMS : 081342612495
Penyelenggara
PT. Media Wisata Utama
Salam Rindu Baitullah
Senin, 15 Februari 2016
HADAPILAH HIDUP INI APA ADANYA!
HADAPILAH
HIDUP INI APA ADANYA!
Kondisi
dunia ini penuh kenikmatan, banyak pilihan, penuh rupa, dan bayak warna. Semua
itu bercampur baur dengan kecemasan dan keslitan hidup. Dan, kita adalah bagian
dari dunia yang berada dalam kesukaran.
Kita tidak
akan pernah menumpai seorang ayah, iseri, kawan, sahabat, kerabat, tempat
tinggal, atau pekejaan yang padanya tidak terdapat sesuatu yang mulitkan
bahkan, kadangkala justru pada setiap hal itu terdapat sesuatu yang buruk dan
mungkin kita tidak sukai. Olehnya itu, padamkanlah panasnya keburukan pada
setiap hal tersebut dengan dinginnya kebaikan yang ada padanya. Itupun kalau
kita mau selamat dengan adil dan bijaksana.
Allah
menghendaki dunia ini sebagai tempat bertemunya dua hal yang saling berlawanan,
dua jenis yang saling bertolak belakang, dua kutub yang saling berseberangan,
yakni yang baik dan yang buruk, kebaikan dengan kerusakan, kebahagiaan dengan
kesedihan. Dan setelah itu, Allah akan mengumpulkan semua yang baik, yang bagus
dan kebahagiaan itu kelak di Surga. Adapun yang baik, keburukan dan kesedihan kelak
akan dikumpulkan di Neraka. “Dunia ini
terlakna, dan terlakna semua yang ada di dalanya, kecuali dzikir kepada Allah
dan semua yang berkaitannya dengannya, seorang yang alim dan seorang yang
belajar”
Olenya itu
maka jalanilah hidup ini sesuai dengan kenyataan yang ada. Jangan larut dalam
khayalan. Dan jangan pernah menerwang ke alam imajinasi. Hadapi kehidupan ini
apa adanya; kendalikan jiwa untuk apat menerima dan menikmatinya. Dan jangan
selalu mengeluh atas kehidupan yang dijalani. Sebab bagaimanapun, tidak mungkin
semua teman tulus kepada kita dan semua
perkara sempurna di mata kita. Sebab ketulusan dan kesempurnaan itu cciri dan
siat kehidupan dunia.
Bahkan isteri
anda pun idak pernah akan sempurna di mata anda. Maka kata hadist, “Janganlah seorang mukmin mencelah seorang
mukminah (temasuk Istrinya), jika dia tidak suka pada salah satu kebiasaannya
maka dia bisa menerima kebiasaannya yang lain.
Alangkah
indahnya jika kita merapatkan barisan menyatukan langkah, saling memaafkan dn
berdamai kembali, mengambil hal-hal yang mudah kita lakukan, meninggalkan hal-hal yang menyulitkan,
menutup mata dari beberapa hal untuk saat-saat tertentu, meluruskn langka, dan
mengesampingkan berbagai hal yang mengganggu.
Jumat, 12 Februari 2016
MENGHADAPI KONSUMEN
CARA MENGHADAPI KONSUMEN YANG “MEMBANDINGKAN
HARGA”
Setelah saya membaca harian
Amanah Edisi 130, Kamis 11 Pebruari 2016, maka saya menemukan judul tersebut di
atas. Setelah membaca dan menelaah dengan analisis yang cukup, maka saya
berniat untuk menyampaikan ini kepada peserta didik saya yang memiliki jiwa wirausaha.
Akan tetapi hal ini tidak mungkin saya lakukan di dalam kelas. Olehnya itu saya
akan mencoba membagikannya melalui akun saya. Berikut ulasannya:
Terjun ke dunia usaha merupakan
salah satu hal yang sangat seru untuk dijalani. Apabila jika kita menghadapi
banyak konsumen dengan karakter yang unik, tidak hanya kesabaran kita sebagai
penjual yang diuji namun juga secara tidak langsung kita belajar meningkatkan
kualitas pelayanan terhadap konsumen. Dan dari sekian banyak prilaku knsumen,
yang paling sering kita temui di pasaran adalah konsumen yang selalu membandingkan harga. Meski membandingkan harga
adalah yang lumrah dalam transaksi jual beli, tetapi sebagai penjual professional
kita harus ahu terleih dahulu cara menghadapi konsumen yang datang bertanya hanya
untuk membandigkan harga.
Untuk itu, berikut ini akan
dibahas cara menghadapi konsumen yang suka membandingkan harga :
1.
Tetaplah tenang dan jangan terprovokasi.
Ketika kita menghadapi konsumen aktif
yang membadingkan harga, jangan langsung menurunkan harga. Bisa jadi itu adalah
skenario konsumen untuk mendapatkan harga murah, kebijakan menurunkan harga
harus disesuaikan dengan apakah kita mendapkan untung atau tida ketika kita
menurunka harga. Carilah win win solution
sebelum memutuskan untuk menurunkan harga. Beda ceritanya jika harga yang kita
jual sudah harga tetap, pastikan juga harga tersebut dan jangan terpengaruh
provokasi. Sampaikan kekonsumen bahwa harga tersebut sesuai kualitas yang ada
di produk tersebut.
2.
Cari tahu profil calon konsumen.
Mengetahui profil konsumen tidak
segampang yang kita bayangkan. Gaya beli setiap provinsi di Negara ini cenderug
berbeda-beda, jadi tidak heran jika di daerah tertentu sangat kuat budaya
membandingkan harga sebelum mereka memutuskan membeli sebuah produk. Untuk itu
ada baiknya pelajari profil konsumen terlebih dahulu untuk mengetahui gaya
negosiasi yang dilakukan calon konsumen.
3.
Pahami juga bahwa harga bervariatif itu wajar.
Perbedaan harga itu wajar, karena setiap
pelaku bisnis punya perhitungan sendiri dalam menjual produk atau jasanya. Tentu
konsumen ingin mendapatkan kualitas terbaik dengan harga murah. Study terakhir yang
dilakukan praktisi perkonomian menunjukkan bahwa sebanyak 53% dari konsumen
tidak lagi merasa terdorong untuk melakukan perbandingan harga jika calon konsumen
sudah melihat price list di website kita,
jadi tetaplah percaya diri dengan harga yang ada website kita.
4.
Kuncinya ada harga ada kualitas .
Ingat, sampai hari ini kalimat
tersebut masih berlaku dalam dunia bisnis. Ada harga ya ada kualitas. Sebagai pebisnis
yang selalu mengedepankan kualitas, kita harus tetap terbuka tetantang kualitas
dari produk dan jasa yang kita sajikan. Jangan pernah untuk memanfaatkan
ketidak tahuan konsumen. Tetap jadi kredibilias bisnis kita dengan memberikan
harga sesuai kualitas.
Kamis, 11 Februari 2016
Pembelajaran
dari Harian Amanah :
SEPULUH TIPS AGAR JADI PEBISNIS MUDA YANG SUKSES
Banyak usaha besar dan mendunia
dimulai sejak pendirinya duduk di bangku sekolah atau di Perguruan Tinggi. Contohnya;
Microsoft dimulai dari kamar asrama Bill Gates di Harvard University; Google
lahir dari lingkungan kampus Stanford sebagai tugas mahasiswa komputer Sergey
Brin & Larry Page. Menjadi Milliyader seperti mereka mungkin masih jauh di
awang-awang. Tetapi tidak salah jika bermimpi mendapatkan uang tambahan melalui
bisnis kecil-kecilan. Nah, supaya tidak salah jalan dan mendulang sukses. Berikut ada 10 tips sukses buat anda yang
belajar Prakarya dan Kewirausahaan.
1.
Lakukan apa yang kamu cintai.
Semua bisnis yang dilakoni
wirausahawan muda memiliki satu faktor umum, pendirinya mencitai apa yang
mereka kerjakan. Jadi, pilih ide usaha kecil yang berhubungan dengan minat dan
kesukaan anda, apapun itu.
2.
Ketahui keinginan anda.
Apakah anda siap meninggalkan sekolah
ketika bisnis berkembang pesat?
Atau apakah anda melihat bisnis ini
hanya pekerjaan sampingan?
Kemampuan menjawab pertanyaan tersebut
akan membantu dalam mengatur waktu dan perioritas.
3.
Radikal.
Anak muda memiliki pemikiran yang
segar, orisinl, dan penuh energy. Jangan melakukan sesuatu yang belum pernah
dilakukan siapapun. Mislanya membuat produk baru dengan merubah beberapa fator
seperti servis dan cara pendistribusiannya.
4.
Tetap ikut aturan.
Menjadi pebisnis muda bukan berarti
anda mengabaikan aturan yang berlaku. Jangan lupa untuk mendaftarka usaha,
mencatat semua transaksi dengan baik, mengeluarkan zakat, dan membayar pajak. Mungkin
aturan sederhana ini akan membuat anda tenang dan terhindar keruwetan administrative.
5.
Mengatur waktu.
Menjalankan bisnis sambil tetap kuliah
itu susah dan penuh tekanan. Anda perlu memahami apa saja perlu dipenuhi untuk
kedua peran yang dijalani, mahasiswa dan pebisnis. Kemudian gunakan metode
paling efektif untk mengatur kegiatan usaha dan perkuliahan agar berjalan
seimbang.
6.
Manfaatkan fasilitas kampus
Menjadi mahasiswa/siswa bukanlah suatu
cacat dalam urusan bisnis. Sebaliknya bias mendatangkan keuntungan. Misalnya memanfaatkan
jaringan internet gratis di kampus untuk mengelola bisnis online, merekrut
pegawai dari kalangan teman-teman, atau meminta saran dosen/guru sebagai tenaga
ahli dibidang mereka.
7.
Cari Mentor.
Jangan minder berkenalan dan berteman
dengan pengusaha local atau pebisnis dengan pencapaian gemilang. Mereka bias menjadi
mentor yang membantu anda memahami resiko dan tantanga dalam sebuah bisnis. Mereka
juga dapat menjadi rekan bertukar ide hingga menfasilitasi anda dalam
mendapatkan infestor.
8.
Online.
Jaringan internet memungkinkan kita
terhubung dengan banyak orang dalam satu waktu. Manfaatkan internet unuk
berhubungan dengan para pengusaha muda seperti anda. Mereka bias memberikan
inspirasi, mengarahkan dan memotivasi.
9.
Berbuat baik ada diri sendiri.
Betapapun teratur dan antusiasnya diri
anda, ada masanya semua yang dijalani terasa begitu melelahkan. Jangan takut
menjauh sebentar dari semua kegiatan an lakukan apapun ang membuatmu rileks. Anda
bias berolahraga, nongkrong dengan teman ataukah bersantai.
10.
Tahan
Mental.
Jangan terlalu terpengaruh dengan
kesuksesan orang lain. Sebab, mengatahui betapa suksesnya seseorang bias malah
anda tidak percaya diri dan mengalami demotivasi dalam memulai sebuah usaha.
Taklukkan mental seperti ini dengan
meningatkan diri sendiri, bukan mereka. Jadi. Lakukan apa yang bisa anda lakukan
hari. (Harian Amanah Edisi 129; Rabu,10
Februari 2016; hal.13)
Minggu, 07 Februari 2016
PROMO
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu.
# Maukah anda umroh?
*semua menjawab ..Mau...
# Kapan rencananya berangkat?
*Nanti kalau sudah ada rejeki
# Sudahkah anda daftar di travel?
* Belummm
# mobil anda uang mukanya berapa?
* 50 juta
# berapa angsurannya perbulan?
* ya 4 jutaan
SEMOGA SOLUSI PROGRAM MENABUNG DI SBL BANYAK YANG TERBANTU MENUJU BAITULLAH.
Daftar sekarang juga untuk booking tempat. ini merupakan kesempatan emas buat kaum muslim di mana saja berada
Hubungi kami sekarang juga di 081355996174 atau 081342612495
Kamis, 28 Januari 2016
Tips Menghindari penipuan Umroh !!!
Tips Menghindari penipuan Umroh !!!
Jamaah Umroh untuk berhati hati dalam memilih travel umroh yang benar dan
bertanggung jawab, karena sampai saat ini masih banyak korban-korban penipuan
yang keji ini, dengan maraknya travel-travel agent yang tidak memiliki izin
dari Departemen Agama dan hanya mengandalkan jual dengan harga murahan makin
banyak dan bahkan hingga ratusan ribu calon jamaah yang sudah tertipu, jumlah
ini baru dari satu travel penipu yang masih menyimpan ribuan passport calon
jamaahnya, yang sangat mengherankan adalah kenekatan calon jamaah dengan tanpa
memperdulikan harga yang mereka pilih, sesuaikan dengan harga ticket,
penginapan dan lain-lain.
Dengan meningkatnya penipuan yang terjadi hendaklah calon jamaah PANDAI MEMILIH
TRAVEL UMROH dan melakukan pendaftaran umroh dengan benar, dengan beberapa
pertimbangan yang matang sehingga tidak hanya asal murah saja dan tergiur
dengan janji-janji murah meriah dan tidak masuk akal.
Maka pentinglah bagi calon jamaah umroh untuk mengetahui apakah travel yang
akan dia ikuti sudah memikiki izin resmi dari Kementerian Agama RI ? ataukah hanya travel
bodong ? dan hanya merupakan agent-agent yang tidak memiliki Bank Garansi di
Departemen Agama ? itu semua harusnya telah terlintas di fikiran calon jamaah
Umroh sebelum melakukan pembayaran apapun untuk menghindari penipuan yang
mungkin bakal terjadi.
Lihat sejarah Travel yang akan ada ikuti, cari tau informasi umroh yang
lengkap, baik dari sisi perizinan, lokasi kantor, kepemilikan kantor,
kepengurusan, dan penanggung jawabnya dan juga dari informasi lengkap dari sisi
ubudiah (Pelaksanaan Ibadahnya) sehingga pengetahuan tentang ibadah dan
perjalanan yang akan di tempuh benar-benar matang dan menguasai sepenuhnya.
Setelah Anda benar-benar sudah mencari tau dengan tips kami di atas tadi, kini
saatnya untuk menguatkan niat dan tawakkal, segera hubungi travel umroh yang
selalu siap untuk melayani Anda dan bukan hanya mengutamakan keuntungan duniawi
semata.
SOLUSI
BALAD LUMAMPAH
Provider Penyelenggara Umrah dan Haji Plus
Izin Kemenag RI No : D.352/2013 - PT. Media Wisata Utama
Alhamdulillah. Perkenalkan dua
jamaah Kami ini, hamba-hamba Allah yg haqqul yaqiin siap jadi Pejuang Baitullah
bersama SBL.
Salah satunya kerabat sy sendiri, Ibu Huneni. Seorang IRT yg
sehari-hari bekerja sebagai penjahit permak baju/celana. Satu-satunya sumber
penghasilannya yaitu ketika ada tetangga atau orang lain yg ingin
dipotong/dipermak celananya, itupun tdk setiap hari. Satu-dua orderan dlm
seminggu sdh dirasa cukup baginya.
Jamaah yang satunya lagi, Ibu Salmiah. Ibu Rumah Tangga yg juga berprofesi sama dengan Ibu Huneni, ya...Tukang Jahit permak baju/celana langganan saya.. Heheh
Setiap sy membawa orderan celana/baju ke tempatnya, beliau dengan seksama memperhatikan setiap "instruksi" saya. Maklum... Ukuran & model untuk postur badan sy ini tergolong "unik" & tidak seperti postur orang pada umumnya. Hehehehh..
Jamaah yang satunya lagi, Ibu Salmiah. Ibu Rumah Tangga yg juga berprofesi sama dengan Ibu Huneni, ya...Tukang Jahit permak baju/celana langganan saya.. Heheh
Setiap sy membawa orderan celana/baju ke tempatnya, beliau dengan seksama memperhatikan setiap "instruksi" saya. Maklum... Ukuran & model untuk postur badan sy ini tergolong "unik" & tidak seperti postur orang pada umumnya. Hehehehh..
Kini saya kembali dipertemukan
dengan mereka yg sudah bertekad bulat untuk memperbaiki nasib & mewujudkan
mimpi besar mereka ke Baitullah. Jika dihitung dengan Matematika Konvensional,
penghasilan sehari-hari mereka mana cukup untuk itu semua. Tapi dengan
Matematika & keyakinan yg kuat akan Maha Kaya-Nya Allah serta dengan solusi
& kemudahan yg ditawarkan SBL, Insya Allah tdk ada yg tdk mungkin bagi
mereka. Saya pun berniat mendampingi mereka sampai mereka mewujudkan cita-cita
mereka.
Haqqul yaqiin... Jika kita senantiasa membantu kesulitan orang lain, maka Allah akan membukakan kemudahan demi kemudahan dalam setiap urusan kita.
Haqqul yaqiin... Jika kita senantiasa membantu kesulitan orang lain, maka Allah akan membukakan kemudahan demi kemudahan dalam setiap urusan kita.
Nah...sampai di sini saya
bagaikan ditampar-tampar oleh beliau-beliau. Dengan hitung-hitungan finansial
dari penghasilan yg tidak tetap seperti demikian mereka masih berani bermimpi
besar.
Ayoo... Yang sdh dimampukan atau dilebihkan rezekinya, tdk malu sama mereka..??
Saya sendiri malu BESAARR...
Ayoo... Yang sdh dimampukan atau dilebihkan rezekinya, tdk malu sama mereka..??
Saya sendiri malu BESAARR...
Jika dengan jalan tunai kita
belum dimampukan untuk ke Baitullah, maka mampukanlah diri kita dengan jalan
menabung di SBL, jika dengan menabung pun kita masih belum mampu, SBL juga
punya Solusi UMRAH GRATIS!!!
BAGAIMANA CARANYA? SILAHKAN TANYA SAYA.
BAGAIMANA CARANYA? SILAHKAN TANYA SAYA.
MAU UMRAH BERKALI-KALI SEMUDAH
TERSENYUM???
SBL SOLUSINYA!!!
Info & pendaftaran untuk Makassar & sekitarnya, hubungi
SBL SOLUSINYA!!!
Info & pendaftaran untuk Makassar & sekitarnya, hubungi
Sahabat SBL Telp. 081355996174
Facebook Fanpage: Sahabat SBL
Umrah & Haji
www.sahabatsbl.com
www.solusibaladlumampah.com
Salam Rindu Baitullah.www.sahabatsbl.com
www.solusibaladlumampah.com
Sabtu, 16 Januari 2016
Makin hari makin
banyak saja kerabat-kerabat kita yang berumrah, bahkan perusahaan network
produk kesehatan & kecantikan banyak yang memberikan membernya reward Umrah
gratis.
Ya memang, walaupun
Umrah bukan kewajiban, tapi Umrah jadi kebutuhan dan panggilan hati setiap
muslim.
NGOMONG-NGOMONG SOAL UMRAH,
PERNAHKAN ANDA BERPIKIR UNTUK BISNIS UMRAH?
Jika Anda jeli melihat peluang, sudah saatnya
Anda mulai aktif di bisnis travel Umrah, karena bisnis ini adalah bisnis yg
sangat potensial, di mana jumlah penduduk indonesia sebagian besar adalah
muslim, Haji dan Umrah adalah bisnis yang repeat ordernya tinggi, jangankan yg
belum pergi, yang sudah pun pasti mau kembali ber Haji atau umrah.
TIDAK PERCAYA BISNIS UMRAH
MENJANJIKAN?
Coba deh tanya ke tetangga Anda, relasi bisnis
Anda, orang tua atau saudara Anda, jika mereka muslim pasti ingin suatu saat
berangkat ke tanah suci. Itu tuh bukti bahwa umrah sudah jadi suatu kebutuhan,
kita yang menjadi perantara jalan untuk mereka umrah insya Allah akan mendapat
pahala kebaikannya.
PARTNER BISNIS UMRAH YANG
PALING TEPAT UNTUK ANDA BERGABUNG ADALAH PT. SOLUSI BALAD LUMAMPAH (SBL),
KENAPA HARUS SBL ?
Ada banyak keuntungan yang akan Anda dapatkan jika
menjadi Pebisnis Umrah di PT. SBL, antara lain:
1.
Setoran Awal tidak
memberatkan, cukup Rp. 1juta,
2.
Perusahaan &
tabungan Anda aman karena SBL bekerjasama dengan Bank Mandiri menjamin keamanan
dana Umrah jamaah, setiap jamaah mendapatkan Mandiri Account Virtual untuk
tabungannya,
3.
Terpercaya, tidak ada
jamaah yang gagal diberangkatkan apalagi jamaah yang terlantar,
4.
Sistem bonus yang
memuaskan, untuk bonus per-jamaah sebesar Rp. 400.000 dan bonus pembinaan Rp.
100.000, potensi bonus pembinaan perhari adalah Rp. 1.200.000/hari,
5.
Sistem kerjanya
benar-benar team work bukan individu. Leader akan Anda kapan pun dibutuhkan,
6.
Ada reward-reward
khusus, mulai dari laptop, umrah gratis, mobil dan rumah yg bisa dikejar dari
hasil kerja team bukan dibebankan sendiri.
Kami tunggu Anda bergabung di tim kami, dan
Insya Allah kami akan komitmen dengan sistem kerja tim yang solid.
MAU
UMRAH GRATIS BERKALI-KALI SEKALIGUS JADI PENGUSAHA TRAVEL UMRAH & HAJI???
SBL
SOLUSINYA!!!
Info & pendaftaran untuk Makassar &
sekitarnya, hubungi Koordinator/Perwakilan resmi SBL:
TLP : 081355996174, 081342612495
TLP : 081355996174, 081342612495
Facebook Fanpage: Sahabat SBL Umrah & Haji
Salam Rindu Baitullah.
UMRAH SEMUDAH SENYUM. SOLUSI MUDAH MENUJU BAITULLAH
Dengan hanya mengharap rahmat dan ridho Allaah Ta'ala semata, hadirilah Seminar & Dakwah:
✨ UMRAH SEMUDAH SENYUM. SOLUSI MUDAH MENUJU BAITULLAH ✨
Dengan Topik Bahasan:
- Wawasan, Solusi dan Ikhtiar Mudah Berangkat Umrah & Haji
- Umrah & Haji sebagai Momentum merevisi "Proposal Hidup"
- Cara Cerdas Bagi Siapapun Berangkat Umrah Hanya Dengan Rp. 1Juta
- Raih Peluang Umrah Gratis Berkali-Kali & Menjadi Pengusaha Travel Umrah & Haji
- Memilih Travel (Sarana Ibadah) yang Baik, Terjamin, Nyaman & Legal
- Nikmatnya Hidup dengan Bekerja Mengejar Akhirat Meraih Dunia
- Membangun Karir Berkah & Cemerlang di Jalan Allah
Dengan Topik Bahasan:
- Wawasan, Solusi dan Ikhtiar Mudah Berangkat Umrah & Haji
- Umrah & Haji sebagai Momentum merevisi "Proposal Hidup"
- Cara Cerdas Bagi Siapapun Berangkat Umrah Hanya Dengan Rp. 1Juta
- Raih Peluang Umrah Gratis Berkali-Kali & Menjadi Pengusaha Travel Umrah & Haji
- Memilih Travel (Sarana Ibadah) yang Baik, Terjamin, Nyaman & Legal
- Nikmatnya Hidup dengan Bekerja Mengejar Akhirat Meraih Dunia
- Membangun Karir Berkah & Cemerlang di Jalan Allah
Dirangkaikan dengan Tausiah & Muhasabah
Insya Allah akan dilaksanakan pada:
📆 Hari/Tgl: Ahad, 17 Januari 2016
⏰ Waktu: Pkl 09:30 - Selesai
🏢 Tempat: Aula Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Jl. Rappocini Raya No. 223 Makassar
Insya Allah akan dilaksanakan pada:
📆 Hari/Tgl: Ahad, 17 Januari 2016
⏰ Waktu: Pkl 09:30 - Selesai
🏢 Tempat: Aula Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Jl. Rappocini Raya No. 223 Makassar
🚻 GRATIS & TERBUKA UNTUK UMUM (MUSLIM & MUSLIMAH)
📱 Informasi & Pemdaftaran:
Ikhwan: TLP/SMS 081 355 996 174
Akhwat: TLP/SMS 081 342 612 495
543D0FF4
Ikhwan: TLP/SMS 081 355 996 174
Akhwat: TLP/SMS 081 342 612 495
543D0FF4
🎬 Penyelenggara
PT. Solusi Balad Lumampah Cabang Makassar
PT. Solusi Balad Lumampah Cabang Makassar
👳 Salam Rindu Baitullah ✋
Selasa, 05 Januari 2016
Jumat, 25 Desember 2015
Kamis, 17 Desember 2015
Mari menuju Baitullah & Rumah Rasulullah
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarkatu.
Kepada seluruh Kerabat, Keluarga, Sahabat & teman serta seluruh ummat Islam dimana saja berada mari menunaikan Ibadah Umrah bersama SOLUSI BALAD LUMAMPAH
Kepada seluruh Kerabat, Keluarga, Sahabat & teman serta seluruh ummat Islam dimana saja berada mari menunaikan Ibadah Umrah bersama SOLUSI BALAD LUMAMPAH
Senin, 05 Agustus 2013
SELAMAT HARI RAYA 1434 H
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu.
Taqabbalallahu Minkum, minnaa waminkum taqabbal yaa kariim!
Ramadhan sebentar lagi akan meninggalkan kita semua.
Olehnya itu Saya bersama keluarga, mengucapkan selamat Hari Raya Idul fitri 1 Syawal 1434 H. Semoga kita semua tetap eksis menjalankan tugas-tugas keseharian kita.
Terkhusus kepada teman-teman seperjuangan di SMK Negeri 4 Makassar.
Mohon maaf lahir bathin.
Sabtu, 20 Juli 2013
SELAMAT DATANG
Assalamu Alaikum Warahmatullah Wabarakatu
Selamat Datang bagi siswa Baru SMK Negeri 4 Makassar tahun Pelajaran 2013/2014.
DENGAN PROGRAM
1. AKUNTANSI
2. ADMINISTRASI PERKANTORAN
3. Pengelolaan bisnis ritel / PEMASARAN
4. Usaha Perjalanan WISATA
5. TATA BOGA
6. TEKNOLOGI KOMPUTER JARINGAN
* SUATU KEKUATAN AKAN MENDOMBRAK KEMALASAN
* SUATU KEYAKINAN DALAM TINDAKAN AKAN MEMBAWA PERUBAHAN
* SUATU TEKAT AKAN MERAI KESUKSESAN
* SUATU KEIKHLASAN AKAN MENDAPATKAN KERBERKAHAN
* KEKUATAN, KEYAKINAN DALAM TINDAKAN, TEKAT DAN KEIKHLASAN DALAM BELAJAR, INSYA ALLAH PASTI SUKSES
SELAMAT BELAJAR SEMOGA ANDA DAPAT MERAIH CITA-CITA DAN SUKSES SELALU.
Rabu, 30 Mei 2012
e-learning : Esemka
e-learning : Esemka
Pemerataan kualitas pendidikan melalui akses ke bahan ajar terbaik bagi siswa dan guru melalui teknolgi cloud computing dan co-creation.
e-learning : Esemka adalah aplikasi lengkap Learning Manajement System (LSM) yang di kustomisasi sesuai dengan sistem pendidikan nasional dengan mamadukan sistem online (berbasis Cloud computing) dan offline (pertemuan fisik di sekolah) yang diciptakan khusus untuk SMK.
Mengapa e-learning : Esemka?
e-learning : Esemka memiliki fungsi yang lengkap sebagai aplikasiyang mendukung kegiatan belajar mengajar serta kegiatan pendukungnya dan dapat diperoleh dengan cepat, mudah dan murah oleh sekolah.
Bagi Guru
* Membuat bahan ajar
* Membuat materi
* Membuat Ujian/Quiz/PR
* Membuat Form, Survey, pesan, pengumuman
* Memberi penugasan
* Membuat laporan siswa
* Membuat Blog, Wiki, Podcast
* Memiliki Folder virtual
* Tumbuhkan kompetensi digital
Bagi iswa :
* Menerima penugasan
* Variasi materi belajar
* Mengerjakan Ujian/Quiz/PR
* Berdiskusi lewat forum pesan, dan wiki
* Mendapat analisa hasil belajar
* Tumbuhkan kompetensi digital
Sekolah (Kepsek :
* Benchmark materi bahan ajar
* Analisa penguasaan siswa
* Anaisa produktiftas guru
* Tampa investasi
* Data sekolah aman
* Tidak perlu menyediakan server
* Disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah
e-learning : Esemka BEDA, karena bisa diakses dari mana saja kapan kapan saja
* Mudah dan Murah
* Tidak perlu perawatan
* Cepat dan dimana-mana
* Selalu up to date
* Aman
* Kustomisasi
* Fungsionalitas Tepat
* Sesuai kurikulum nasional
* Sangat mudah dipakai
* Flesibel Kustomisasi sesuai dengan kebutahan SMK
* Materi bahan ajar SMK lengkap.
Materi tersebut di atas telah diberikan kepada guru-guru SMK Negeri 4 Makassar selama empat hari, 28 s.d 30 Maei 2012.
Anda juga mau, silahkan hubungi alamat di bawah ini.
PUSAT INFORMASI e-learning : Esemka
JL. TB SIMATUPANG NO. 47
TANJUNG BARAT, JAKARTA SELATAN
Telp. (021)7818757, SMS 0816857000
Email : info@skolahcloud.com
Website : www.sekolahcloud.com
t@sekolahcloud fsekolahcloud.
Minggu, 27 Mei 2012
PELATIHAN BERBASISI TIK
Makassar, 28 Mei 2012. SMK Negeri 4 Makassar melaksanakan pelatihan Berbasisi TIK bagi guru mata diklat, Wakasek, Ketua KK, dan pengembangan E-Learning & E-Library, yang dilaksanakan di Hotel "JL Star" Makassar. Pelatihan berlangsung selama 4 hari, dari tanggal 28 s.d 31 Mei 2012.Kegiatan pelatihan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar yang diwakili oleh Kepala Bidang Dikmen Bapak Drs. Ismunandar. Pada kesempatan lain Bapak Ismunandar menyampaikan bahwa SBI bukan lagi Sekolah Bertaraf Internasional, tetapi Sekolah Berwawasan Internasional.
Setelah pembukaan dilanjutkan materi pertama "pengenalan E-learning : Esemka. Jumlah peserta pelatihan ini adalah sebanyak 30 orang guru semuanya berasal dari SMK Negeri 4 Makassar. Adapun peserta pelatihan antara lain :
1. Dra. Asnah Baharuddin, M.Pd. (Kepala Sekolah mengampuh Mata Pelajaran Bahasa Inggris)
2. Drs. H. Muhammad Nur, M.Pd. (Wakasek/Bahasa Indonesia)
3. Drs. Muh. Arsyad Rahim (Guru Mata Pelajaran IPS)
4. Drs. H. Alimuddin Sunusi (Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam)
5. Drs. Erman Nywitadi (Guru Mata Pelajaran Matematika)
6. Drs. Irwan (Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris)
7. Rahmat Wijaya, S.Pd. (Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris)
8. Nasri, S.Ag. (Guru Mata Pelajaran Matematika)
9. Ir. Khaeril Anwar, S.Pd. (Guru Mata Pelajaran Matematika)
10. Iskandar (Guru Mata Pelajaran S.Pd., M.Pd.)
11. Novita, S.Pd. Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris)
12. Abdul Haris, S.Pd. (Guru Mata Pelajaran Penjaskes)
13. Muhammad Satir, S.Pd. (Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris)
14. Hj. Ankhaerati, S.Pd. (Guru Mata Pelajaran IPA)
15. Drs. Hayyang, M.Pd. (Wakasek Operasiona/Guru Mata Pelajaran Akuntansi)
16. Drs. Muhammad Hasdik, M.Pd. (Guru Mata Pelajaran Akuntansi)
17. Dra. Salmiah, M.PdI. (Guru Mata Pelajaran Akuntansi)
18. Sato, S.Pd., M.MPd. (Guru Mata Pelajaran Akuntansi)
19. Drs. Ruslan Abdul Rahman, M.Pd. (Guru Mata Pelajaran Pemasaran)
20. Dra. Hj. Sitti Hasnah (Guru Mata Pelajaran Pemasaran)
21. Dra. Darmawai Yonggang (Guru Mata Pelajaran Sekretaris)
22. Drs. Hamza Ruddin (Guru Mata Pelajaran Sekretaris)
23. Dra. Hj. Gusnawati (Guru Mata Pelajaran Sekretaris)
24. Drs. H. Abd. Hamid (Guru Mata Pelajaran Sekretaris)
25. Dra. Radiyah Mustafa (Guru Mata Pelajaran Jasa Boga)
26. Drs. R. Ipung Purnomo (Guru Mata Pelajaran TKJ)
27. Hasrar, SE.Ak. (Guru Mata Pelajaran TKJ)
28. Dra. Raja Sangngang (Guru Mata Pelajaran UPW)
29. Maryam Yacob, S.Pd. (Guru Mata Pelajaran UPW)
30. Rudi, S.Soso., M.MPd. (Guru Mata Pelajaran UPW)
31. Muttalib, S.Sos., M.Pd (Guru Mata Pelajaran UPW)
Selama Pelatihan ini para peserta akan memperoleh materi pelatihan yaitu :
1. Pengantar Dan Pengenalan e-Learning Esemka.
2. Struktur Content & Accelerated Learning
3. Membuat Bahan Ajar Contet Sendiri
4. Membuat Bahan Ajar dari Database
5. Membuat Bahan Ajar dari berbagai sumber + Delevery
6. Kolaborasi (Guru-Guru;Guru-Siswa)
7. Membauat Bahan Ajar Content Sendiri
8. Membuat Homework
9. Membuat Wiki & Blog
10. Membuat Forum, Survey & Announcemenent
11. Peraktik Sebagai Siswa
12. Evaluasi Siswa
Harapan dalam pelatihan ini tidak lain adalah semua guru dapat menjalankan e-learning : Esemka
Selasa, 13 Maret 2012
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kabupaten Pangkep yang dikenal sebagai kawasan tiga dimensi yakni dataran rendah, dataran tinggi (pegunungan), dan wilayah kepulauan. Kabupaten Pangkep mayoritas dihuni oleh dua etnis yakni etnis Bugis dan Makassar. Oleh karena itu gelar bangsawan yang ada di Pangkep yaitu gelar puang yang diberikan kepada keturunan bangsawan Bugis dan karaeng diberikan kepada keturunan bangsawan Makassar.
Puang dan karaeng menghasilkan pola perilaku masyarakat Pangkep. Pola perilaku itu bertumpu pada orientasi kognitif masyarakat. Ia merupakan hasil dari arahan sitem nilai yang hidup dalam alam pikiran manusia secara perorangan, dan juga hidup dalam alam pikiran sebagian besar warga masyarakat.
Bila dilihat dari dalam sistem sosial dan budaya masyarakat Pangkep masa kini, maka dengan sapaan puan dan karaeng melekat pada pelapisan sosialnya. Keadaan itu terjadi karena adanya peran dan status para puang dan karaeng dalam pranata masyarakat dari masa ke masa, yang memberi tempat berbagai elemen budaya yang melekat padanya. Hal itu muncul dari anggapan masyarakat, bahwa di dalam diri puang dan karaeng mengalir darah suci yang berasal dari dewa yang diturungkan melalui Tomanurung. Hal ini bermakna penting pada darah yang diharapkan mengemban suatu tugas suci untuk menjaga keseimbangan kosmos demi kepentingan rakyat. Karena pengertian itulah, maka akhirnya puang dan karaeng banyak terpaut dalam berbagai peran politik yang mewarnai sejarah Sulawesi Selatan khususnya di Pangkep. (Rahman, 1988).
Bagi orang Bugis, sapaan puang masih didengar dan digunakan untuk meraka yang tergolong dalam lapisan ana’karung dan ana’mattola. Lapisan itu merupakan puncak dari piramida sosialnya, dan ukuran kadar darah takku yang merupakan utama. Lapisan arung (raja) dan lapisan kaum ada (kaum adat) sulit untuk dikenal secara jelas berdasarkan penggunaan sapaan, karena sapaan puang digunakan untuk kedua golongan itu. Hal ini tersebut terjadi akibat suatu proses sejarah yang panjang melalui alur politik penguasaan dan perkawinan antara keduanya. Pemeliharaan panngaderreng sangat diharapkan dari para puang untuk menjaga dan memelihara keseimbangan kosmos. Keseimbangan itu sangat dibutuhkan agar unsure-unsur panngaderreng berupa ade, bicara, rapang, wari, dan sara dapat berjalan wajar dan berfungsi secara baik. Tidak berfungsinya salah satu unsur dari pangngaderreng, mengakibatkan munculnya berbagai ketimpangan sosial di masyarkat. Salah satu ketimpangan nyata dewasa ini adalah sapaan puang yang terdengar tidak lagi memenihi aturan-aturan pangngaderreng (Rahim dalam Rahman, 1988).
Dalam kalangan suku Makassar, terdapat dua golongan Bangsawan yang disebut ana’ karaeng ri Gowa dan ana’ karaeng maraengannaya (bangsawan yang lain). Golongan yang pertama selalu muncul dengan ukuran daerah Tomanurung, dan golongan yang kedua mucul dari kalangan turunan adat setempat yang dipandang sebagai pelindung. Kelompok yang kedua biasa disebut Daeng, yang sering tampil pada saat ada perlakuan yang akan merusak rakyat (Mattulada, 1985).
Berbicara mengenai sejarah kebangsawanan berarti mengulas satu periode kekuasaan dimana bekas-bekas etik dan kultur kerajaan masih membekas. Jauh sebelum pemerintahan kekaraengan ( regentschappen onderafdeeling Pangkajene), daerah-daerah bekas wilayah Kerajaan Siang, Lombasang, Barasa, dan Segeri populer sebagai daerah penghasil beras.
Selain potensi ekonomi dan pertanian yang begitu besar, daerah Pangkep di masa lampau juga potensi dengan politik besar. Pangkep masa lampau menyandang nama besar Kerajaan Siang sebagai kerajaan maritim yang menghubungkan perdagangan dari sebelah barat kepulauan nusantara ke nusantara bagian timur.
Menurut Andaya (2004) kejatuhan Siang memberi Gowa tenaga ahli dan pakar dalam berbagai bidang pertanian padi sawah, besi, tukang kayu, ahli bangunan, ahli emas yang lambat laun menenggelamkan kebesaran nama Siang. Abidin (1999), mengatakan bahwa Siang adalah kerajaan Makassar terbesar di masanya yang bersaing dengan Luwu, kerajaan bugis terbesar di sebelah utaranya dengan perbatasan pengaruh antara keduanya adalah (Sidrap saat ini). Sementara Lombasang yang saat ini dikenal dengan Labbakang (tetangga Siang di sebelah utara) adalah salah satu dari tiga kerajaan disegani dengan rajanya bergelar sombaya.
Makkulau (2008), mengemukakan konon, ketika raja Gowa bertandang ke Lombasang, somba Labbakkang tidak tahu harus memberi apa kepada raja yang datang berkunjung yang sudah dianggapnya sebagai anak. Raja Gowa pun memakluminya karena kebesaran yang dipunyainya juga dimiliki oleh raja Lombasang, akhirnya sang anak hanya meminta kasombang, yaitu gelar yang sama dengan Raja yang juga dihormatinya sebagai bapaknya. Selain itu Lombasang, kerajaan Kuna lainnya yang rajanya yang memakai gelar somba adalah Bantaeng. Dalam periode berikutnya, ketika Lombasang dan Bantaeng menjadi negeri bawahan Gowa, kerajaan yang pernah menguasai nusantara bagian timur ini memaklumkan bahwa hanya ada satu kerajaan yang boleh memakai gelar sombaya yaitu Gowa sendiri. Sejak itupula nama Lombasang diganti menjadi Labakkang.
Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Pangkajene dan Kepulauan belum bersatu dalam satu wilayah pemerintahan. Pangkajene dengan datarannya berstatus onderafdeeling nama onderafdeeling Pangkajene dibawah taktis Afdeeling Makassar dengan tujuh adat gemenschap yaitu Pangkajene, Bungoro, Labakkang, Ma’rang, Segeri, Mandalle dan Balocci. Onderafdeeling Pangkajene waktu itu berada di bawah pengawasan seorang gezaghebber setingkat controleur yang berkedudukan di Pangkajene, sedang pemerintahan adatgemenschap dipercayakan kepada karaeng-karaeng yang dipilih oleh rakyat berdasarkan keturunan, dengan persetujuan gezaghebber.
Berdasarkan UU No.29/1959, Pangkajene ditetapkan sebagai salah satu daerah otonomi tingkat II, digabung dengan bekas onderafdeeling pulau-pulau, sehingga menjadi Kabupaten Daerah Tingkat II Pangkajene dan Kepulauan (disingkat Kabupaten Dati II Pangkep) yang membawahi Kecamatan yakni (1) kecamatan Pangkejene, (2) Bungoro, (3) Labakkang, (4) Ma’rang, (5) Balocci, (6) Sigeri Mandalle, (7) Liukang Tuppabiring, (8) Liukang Kalmas, dan (9) Liukang Tangngaya.
Keberadaan gelar bangsawan di masa kini mengalami perubahan, pada zaman pemerintahan raja-raja, anak bangsawan sangat disegani, tetapi sekarang sudah mengalami perubahan, di mana orang lebih banyak disegani karena tingkat pendidikan, pekerjaan, kekayaan, dan jabatan yang di sandangnya.
Reduksi atas status sosial dewasa ini dari kebangsawanan karaeng (Makassar) dan arung atau puang (Bugis) ke jabatan, pangkat, dan kedudukan bukan hanya terjadi di Pangkep, tetapi terjadi hampir semua lapisan masyarakat Bugis Makassar di manapun berada.
Stratifikasi sosial yang masih dipertahankan oleh sebagian besar masyarakat Pangkep khususnya kalangan keluarga yang memiliki garis keturunan bangsawan yaitu prinsip pemberian gelar atau predikat yang disebut ambokemmi makpabbati (hanya pihak ayahlah yang mewariskan strata sosialnya), yang berarti strata sosial anak akan menurun dan diperhitungkan menurut strata sosial pihak ayahnya.
Berdasarkan konsep tersebut, maka setiap anak yang lahir dari seorang laki-laki bangsawan akan menjadi bangsawan pula, kendati ibunya seorang hamba sahaya. Sebaliknya, semua anak yang lahir dari seorang laki-laki berketurunan orang kebanyakan akan menjadi orang kebanyakan pula, kendati ibunya adalah bangsawan tinggi atau puteri raja.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan yaitu bagaimana eksistensi gelar bangsawan pada zaman pemerintah kerajaan dan pemerintah otonomi daerah di daerah Pangkep?
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk menjawab permasalahan sebagaimana telah dirumuskan di atas. Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi gelar bangsawan pada zaman pemerintah kerajaan dan pemerintah otonomi daerah di daerah Pangkep.
D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, berupa antara lain:
1. Sebagai bahan masukan bagi masyarakat Pangkep dalam mempelajari sejarah gelar kebangsawanan.
2. Sebagai bahan acuan untuk penelitian lebih lanjut yang relevan dengan gelar bangsawan di daerah lain.
3. Menambah dan memperdalam pengetahuan dalam bidang sejarah yang menyangkut gelar bangsawan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Eksistensi Gelar Bangsawan
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia Eksistensi adalah keberadaan, kehadiran yang mengandung unsur bertahan. Sedangkan menurut Abidin Zaenal (2007:16), “Eksistensi adalah suatu proses yang dinamis, suatu menjadi atau mengada. Ini sesuai dengan asal kata eksistensi itu sendiri, yakni exsistere, yang artinya keluar dari, melampaui atau mengatasi. Jadi eksistensi tidak bersifat kaku dan terhenti, melainkan lentur atau kenyal dan mengalami perkembangan atau sebaliknya kemunduran, tergantung pada kemampuan dalam mengaktualisasikan potensi-potensinya.
Dengan eksistensi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keberadaan gelar bangawan yang diberikan kepada keturunan raja pada masa pemerintahan kerajaan dan pada masa sekarang atau masa otonomi daerah yang diberi gelar puang (Bugis) dan karaeng (Makassar)
B. Sejarah Kekaraengan Pangkep
Pangkep merupakan singkatan dari Pangkajene Kepulauan (tanpa kata dan), nanti setelah periode orde baru DPRD-GR Pangkep pada tahun 1967, ditetapkan nama daerah ini menjadi Kabupaten Daerah Tingkat II Pangkajene dan Kepulauan. Kata dan itu dicantumkan diantara kata Pangkajene dengan Kepulauan. Jadi penulisan lengkapnya yang benar adalah Pangkajene dan Kepulauan.
Pangkep merupakan daerah yang sangat tua, beberapa sejarawan menduga bahwa sejarah daerah ini sama tuanya dengan sejarah Luwu dan Bantaeng. Daerah ini adalah daerah bekas pusat wilayah kerajaan kuna yang disebut kerajaan Siang. Hasil penelitian arkeologi (kerjasama UNHAS dengan balai penelitian arkeologi Makassar) ditemukan emplasemen situsnya berada di SengkaE, Bori Appaka Kecamatan Bungoro. Kerajaan Siang Kuna adalah sebuah kerajaan yang pernah mengalami masa kejayaan dan kemasyuran sebagai kerajaan besar dan terkemuka di semananjung Barat Sulawesi Selatan sebelum bangkitnya Gowa dan Tallo.
Pada mulanya kekaraengan Pangkajene tersebut bermula dan berasal dari kebangsawanan Barasa, yaitu sebuah wilayah yang sekarang masuk dalam lingkungan Kampung Baru-Baru Towa. (Benny Syamsuddin, 1989 dalam Makkulau, 2007). Pada permulaan abad XVII Karaeng (Raja) Barasa berperang melawan Kerajaan Gowa yang dibantu oleh Raja Lombassang (Labbakkang). Karaeng Barasa kalah dalam peperangan dan dikabarkan “menghilang” secara rahasia bersama perahunya dalam sungai yang bernama “Binanga Sangkara”, muara dari Sungai Kalibone, dahulu merupakan pelabuhan Kerajaan Barasa.
Barasa ini merupakan penerus dinasti Siang yang lambat laun telah mengalami kemunduran dalam waktu yang sangat lama karena penyempitan sungai dan pelabuhan Siang yang terletak di sebelah Utara Barasa. Karena kekalahannya, Barasa dimasukkan ke dalam daerah kekuasaan Gowa. (Benny Syamsuddin, 1989 dalam Makkulau, 2007). Arajang dari Barasa (Pangkajene) dinamai “Tabaloba”, diberi sebagai hadiah oleh raja Gowa kepada karaeng Lombasang, dan arajang tersebut dijadikan pusaka arajang dari Lombasang dengan nama “Bolong Kampung”. Raja Gowa kemudian mengangkat seorang karaeng (bate anak karaeng Gowa) untuk memerintah dan berkuasa di Barasa.
Setelah karaeng itu wafat, dia digelar Matinroe ri Kammisi yang menggantikannya juga karaeng dari Gowa yaitu karaeng Allu. Raja yang baru ini tinggal di Kampung Siang, sehingga dia disebut juga karaeng Siang. Raja ini mendirikan sebuah Dewan adat yang terdiri dari empat orang anggota, yaitu Kare Kajuara, Kare SengkaE, Kare Lesang dan Kare Baru-Baru. Kepala adat itu diperbantukan pula seorang suro (suruhan). Raja Siang yang Kedua, mentitahkan agar membuat sawah arajang, kemudian diberi nama Nitu, terletak di Kampung Paccelang, untuk itu diangkat seorang kepala yang disebut Oppoka ri Paccelang. Dahulu banyak dari Kampung Paccelang ini meninggalkan kampung halamannya pergi ke Bone menetap, berhubung terjadinya peperangan antara Gowa dan Barasa. Diduga nama Sungai Kalibone yang mengalir antara Balocci dan Baru-Baru Towa berasal dari pemberian nama para pengungsi tersebut. Di Kampung Paccelang dahulu berpusat kalompoang Kerajaan Barasa (M Taliu, 1997 dalam Makkulau, 2007).
Sewaktu Gowa kalah perang dari gabungan pasukan Bugis di bawah pimpinan Arung Palakka dengan pasukan Belanda, Arung Palakka Petta TorisompaE dalam tahun 1667 bersama keempat anggota Hadat Siang bersama Oppoka ri Paccelang mengusir raja Siang bersama pengikut-pengikutnya yang berasal dari Gowa. Oppoka ri Paccelang berpihak dan menempatkan diri di bawah naungan perlindungan Bone dan Belanda. Arung Palakka kemudian mengangkat sahabatnya, Joro atau Johoro (Mappasoro’), turunan dari Kerajaan Barasa dahulu menjadi Karaeng Siang dengan gelar “Lo’mo”. Johoro ini dikenal dengan sebutan “Lo’mo I ba’le (penguasa dari seberang) karena dahulu, ia menemani Arung Palakka berangkat ke Jawa dan mengambil bagian dalam peperangan di Pariaman, Sumatera Barat (dalam perjalanan Arung Palakka mencari bantuan kompeni Belanda untuk memerangi Gowa).
Joro’ tersebut dianggap orang berani dari Paccelang sehingga gelar itu sampai sekarang melekat sebagai nama daerah “Pa’rasanganna Tobarania”. Sewaktu Belanda mengambil alih kekuasaan Inggris di Celebes, Belanda mengangkat Karaeng Kaluarrang dari Labakkang menjadi kepala regent di Siang dengan gelaran Karaeng oleh rakyat disana, tetapi resminya ia bergelar Lo’mo. Di Kampung Paccelang sampai sekarang terdapat kuburan dari Oppoka ri Paccelang, dekat sebatang pohon Kalumpang yang besar dan telah tua sekali. Setiap kali orang pergi ziarah di tempat pekuburan itu, diziarahinya juga kuburan dari oppoka ri Paccelang. Di Kampung Paccelang ada satu kuburan dari seorang gallarang yang berasal dari Labakkang.
Mungkin sekali makam tersebut berasal dari Karaeng Kalluarrang, banyak orang yang mengeramatkan kuburan itu. Sekitar tahun 1964, pernah ditemukan di dalam makam tersebut sebuah piring tua (piring antik). Karaeng Kaluarrang mengendalikan pemerintahan di Siang selama setahun kemudian dipecat dari jabatannya karena ia tidak dapat mengamankan negeri itu. Beliau lalu digantikan oleh Palambe Daeng Pabali, kemudian berhenti juga dari jabatannya. Yang menggantikannya ialah Ince Wangkang, seorang berasal dari kota Makassar (Kampung Melayu). Tetapi rakyat dari Kampung Baru-Baru Tangnga menentang pengangkatan Ince Wangkang tersebut.
Karenanya, maka Belanda mengangkat kembali La Palambe Daeng Pabali menjadi regent Siang, tetapi tidak lama kemudian ia tenggelam di lautan sewaktu ia dalam perjalanan membawa uang sima (pajak) ke Pemerintah Belanda di Makassar. La (Matinroe ri Lesang) digantikan oleh anaknya, La Sollerang Daeng Malledja sebagai Karaeng Pangkajene VII (1847-1857). Sewaktu menjabat regent, yang menjadi Sullewatang (wakil raja) adalah La Pappe Daeng Massikki, ipar La Sollerang Daeng Malledja atau menantu kemenakan Karaeng La Pallambeang Daeng Pabali.
Menurut beberapa sumber di Pangkajene, Karaeng La Sollerang Daeng Malledja kemudian melarikan diri ke pegunungan (bersembunyi di Bakka) karena takut dituntut dan dikenakan hukuman berhubung ia zalim dalam memerintah daerahnya, namun sumber lain menyebutkan bahwa Karaeng Pangkajene tersebut digulingkan dari tahta kekaraengannya dengan sangat halus, atas usulan La Abdul Wahab Mattotorangpage agar lari masuk hutan berhubung Belanda akan datang menagih sima (pajak) yang tenggelam bersama ayahnya dan beliau diserahi tanggung jawab untuk membayarnya.
Karena merasa tak sanggup membayar sima (pajak) tersebut dan sebelum ia mendapati informasi yang benar akan maksud kedatangan Belanda ke Pangkajene tersebut, akhirnya Karaeng La Sollerang Daeng Malledja tersebut benar-benar lari masuk hutan bersama dengan pengikut-pengikutnya. Karena tidak berada ditempat saat kedatangan wakil dari Pemerintah Hindia Belanda, akhirnya dia benar-benar dipecat dari jabatannya. Belanda kemudian mengangkat menjadi regent selaku penggantinya ialah La Pappe Daeng Massikki, putera dari La Abdul Wahab Mattotorangpage Daeng Mamangung.
La Pappe Daeng Massikki ini sebagaimana juga disebutkan dalam sejarah kekaraengan Segeri memperistrikan seorang anak dari La Dongkang Daeng Mallontarang (saudara dari regent La Palambe Daeng Pabali), adik ipar dari Karaeng La Sollerang Daeng Malledja. Karaeng Pangkajene VIII ini diangkat oleh Gouvernement Belanda sebagai kepala regent Pangkajene dari tahun 1857-1885. Di masa pemerintahannya, kondisi Pangkajene aman, tenteram dan mengalami kemajuan. Karaeng Pangkajene ini membentuk kesullewatangan anggota hadat yang berkedudukan di Pagang yang meliputi Kampung Soreang, Pareang dan Kalibone, selain juga berjasa dalam meredam huru hara yang dipimpin oleh Karaeng Bonto-Bonto melawan Gouvernement Hindia Belanda sehingga diberikan hadiah berupa sebilah pedang dan tombak, dalam tahun 1878.
La Pappe Daeng Massikki berpulang dalam tahun 1885 dan digantikan oleh puteranya, Karaeng La Bapa Daeng Masalle, menjadi kepala regent di Pangkajene dari tahun 1885-1893, yang diangkat menjadi wakilnya (Sullewatang) adalah adiknya Karaeng La Djajalangkara Daeng Sitaba. Selepas jabatannya di Pangkajene, La Bapa Daeng Masalle diangkat menjadi regent di Labakkang pada tahun 1893-1923.
Pemerintah Hindia Belanda kemudian mengangkat regent Pangkajene adik kandung dari La Bapa Daeng Masalle, yaitu La Djajalangkara Daeng Sitaba pada tanggal 15 oktober 1893. Di masa pemerintahannya, sering terjadi peperangan dan huru hara dalam negeri. Setelah selesai peperangan di Bone dalam tahun 1905, daerah kekuasaan kekaraengan Pangkajene diperluas dengan mencakup pula Bungoro. Pada tahun 1918 Djajalangkara Daeng Sitaba berhenti selaku regent Pangkajene dengan surat penetapan Gubernur Celebes dan daerah takluknya tertanggal 11 Mei 1918 No. 86/XIX (Benny Syamsuddin, 1989 dalam Makkulau, 2007).
Menggantikan La Djajalangkara Daeng Sitaba menjadi Karaeng Pangkajene ialah puteranya yang bernama Andi Mauraga Daeng Malliungang menurut Besliut Gubernur Celebes dan Daerah takluknya tanggal 31 Mei 1918 No. 95/XIX. Pemakaian gelar “Andi” di masa pemerintahan Karaeng Pangkajene XI ini sudah mulai popular, mengikuti perkembangan pemakaian gelar Andi di Gowa dan Bone. Pada waktu itu juga Bungoro dipisahkan dari Pangkajene dan dijadikan kembali selaku Kekaraengan tersendiri, sementara gelar regent juga dihapuskan dan diganti dengan sebutan “Karaeng adatgemeenschap”. Karaeng Pangkajene ini juga pernah menjabat sebagai Controleur Pangkajene (Notemboon). Karena berjasa kepada Pemerintah Belanda, Andi Mauraga Daeng Malliungang mendapat bintang penghargaan besar Gouvernament General pada tanggal 24 Agustus 1931.
Karaeng Pangkajene Andi Mauraga Daeng Malliungang juga sempat mengalami pahit manisnya pemerintahan pendudukan Jepang. Ketika itu Belanda secara de facto menyerah kepada serdadu Dai Nippon dan Jepang mengambil alih kekuasaan pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia dari tahun 1942-1945. Di awal pendudukan Jepang di Sulawesi Selatan, Negeri Pangkajene mengalami kekacauan, disana sini marak perampokan, kejahatan, pembunuhan dan pemerkosaan. Karaeng Pangkajene ini aktif mencegah kejahatan dan kekecauan tersebut. Waktu itu, oleh pemerintahan Dai Nippon, kekaraengan adatgemeenschap Pangkajene diubah namanya menjadi Keresidenan Pangkajene.
Beliau ini meninggal dalam suatu kecelakaan mobil, Selasa, tanggal 23 Maret 1942, diperbatasan Pangkajene-Bungoro saat dalam perjalanan hendak menemui Karaeng Labakkang di Labakkang. Karaeng ini mendapat gelar anumerta Matinroe ri Otona (Karaeng Ilangi ri Otona). Andi Mauraga Daeng Malliungang digantikan oleh puteranya yang bernama Andi Burhanuddin. Sehingga terhitung mulai Rabu 24 Maret 1942 resmilah Andi Burhanuddin menjabat sebagai Residen (Karaeng Pangkajene).
Sebelum Andi Burhanuddin menjabat sebagai Karaeng/residen Pangkajene (1942-1946), beliau telah dibekali dengan pendidikan dan pengalaman yang cukup oleh ayahnya, Andi Mauraga Daeng Malliungang. Beliau menamatkan pendidikan di sekolah peninggalan Belanda, Midddelbare Uitgebruik Lagere Schaa Onderwijs (MULO) dan Algemeene Middelbare School (AMS) di Jawa sebelum diamanahi kedudukan sebagai pejabat diperbantukan pada Kantor Controleur Pangkajene (1935-1937), Wakil Karaeng Adatgemeenschap Pangkajene (1937) dan Sullewatang (Raja Muda) pada Kantor Karaeng Adatgemeenschap Pangkajene (1938), Klerk pada Kantor Landschapskassen Makassar (1939-1942).
Paman dari Andi Burhanuddin, Andi Mattotorangpage Daeng Mamangung, (Bestuur Assisten Klas I) naik menggantikan kemenakannya Andi Burhanuddin sebagai Residen (Karaeng Pangkajene). Andi Burhanuddin meletakkan jabatannya sendiri pada Hari Minggu tanggal 6 April 1946 karena tidak mau kompromi dan bekerjasama dengan Belanda. Andi Mattotorang Daeng Mamangung selaku pejabat kekaraengan Pangkajene yang diangkat oleh Pemerintah NICA, kemudian menjelang satu tahun lamanya menjadi Karaeng Pangkajene terjadi kekacauan, kemiskinan dan kelaparan terjadi dimana-mana disebabkan daerah ini pernah dilanda banjir selama tujuh hari tujuh malam yang menyebabkan semua hasil pertanian tidak dapat dinikmati. Rakyat Pangkajene ketika itu sangat menderita.
Setelah berakhir masa jabatan Andi Mattotorangpage Daeng Mamangung (Karaeng Bodo-Bodoa) sebagai Karaeng Pangkajene, maka diadakanlah verklaring underlyk (pemilihan) sebelum menetapkan Karaeng Pangkajene penggantinya, dengan 4 calon, yakni : Andi Muri Daeng Lulu, Andi Hasan Daeng Pawawo, Andi Latif Daeng Massikki, dan Andi Jaya. Andi Muri Daeng Lulu naik sebagai Karaeng Pangkajene menggantikan Andi Mattotorangpage Daeng Mamangung setelah dalam pemilihan beliau berhasil mengumpulkan 100 suara, sementara calon lainnya Andi hasan Daeng Pawawo dan Andi Latif Daeng Massikki masing-masing hanya 4 suara, sedang Andi Jaya tidak memperoleh suara satupun. Pada tanggal 23 Agustus 1947, Andi Muri Daeng Lulu resmi dilantik sebagai Karaeng Pangkajene oleh Pemerintah Republik Indonesia karena pada waktu itu kita sudah berada di dalam kemerdekaan, dua tahun sesudah diproklamirkannya kemerdekaan RI.
C. Pangkep pada Masa Kerajaan Siang Kuna
Siang dalam nomenklatur Portugis disebut Sciom atau Ciom. Nama “Siang” berasal dari kata kasiwiang, yang berarti persembahan kepada raja (homage rendu a' un souverain). (Pelras, 1977: 253). Bekas pusat wilayah Kerajaan Siang, SengkaE sekarang ini terletak di Desa Bori Appaka, Kecamatan Bungoro, Pangkep telah dikunjungi oleh kapal-kapal Portugis antara tahun 1542 dan 1548. (Fadhillah, 2000).
Pelras (Abidin, 1986), mengemukakan bahwa selama masa pengaruh Luwu di semenanjung timur Sulawesi Selatan, kemungkinan dari Abad X hingga Abad XVI, terdapat kerajaan besar lain di semenanjung barat, dikenal dengan nama Siang, yang pertama kali muncul pada sumber Eropah dalam peta Portugis bertarikh 1540. Menurut catatan Portugis dari Abad XVI, Tallo pernah ditaklukkan oleh Kerajaan Gowa, dan Gowa sendiri mengakui Kerajaan Siang sebagai kerajaan yang lebih besar dan lebih kuat dari mereka. (Andaya, 2004). Sumber Portugis menyebutkan Siang pernah diperintah seorang raja bernama Raja Kodingareng (Gadinaro, menurut dialek orang Portugis), sezaman dengan Don Alfonso, Raja Portugal I dan Paus Pascal II. (Abidin, 1986).
Kerajaan Siang adalah sebuah pusat perdagangan penting dan sangat mungkin dan juga secara politik antara abad XIV hingga abad ke XVI. Pengaruhnya menyebar hingga seluruh pantai barat dan daerah yang dulunya dikenal Lima’e Ajattapareng hingga ke selatan perbatasan kerajaan Makassar yakni Gowa dan Tallo. Dari segi wilayah pemerintahan dan pengaruh kekuasaan, jelas lebih besar pengaruh dan kekuasaan kerajaan Siang delapan abad lampau dibandingkan wilayah daerah yang sekarang dikenal bernama Kabupaten Pangkep.
Raja-raja keturunan Gowa dan Tallo adalah merupakan turunan dari raja-raja Siang. Kerajaan Siang 200 tahun lebih tua dari kemunculan Gowa-Tallo. Penurunan pengaruh Siang dalam catatan Portugis disebutkan karena penyempitan pelabuhannya yang diakibatkan oleh aktivitas pendangkalan dan erosi yang berlangsung sangat lama sehingga tak ramai lagi dikunjungi para pedagang dari sebelah barat kepulauan nusantara. (Abidin, 1999).
Gowa dan Tallo pernah dibawa dominasi Siang, nanti pada masa pemerintahan Raja Gowa IX, Karaeng Tumapakrisika Kallonna menjadikan Siang sebagai palili lewat strategi kawin mawin. Penerus Dinasti Siang di sebelah utaranya, Barasa juga tidak berumur lama karena tak lama juga ditaklukan oleh Gowa dengan bantuan laskar Labakkang. Kebangsawanan Barasa ini adalah yang menjadi cikal bakal berdirinya kakaraengan di Pangkajene, dipenghujung abad XVII yang awal abad XVIII. (Kaseng, 1985 dalam Abidin 1999).
Dalam pemerintahan kerajaan, ada jabatan atau pangkat yang disebut “bate-anak-karaeng”. Awalnya “bate-anak-karaeng” merupakan daerah-daerah itu kalahkan dan menjadi daerah takluk Kerajaan Gowa. Lalu daerah-daerah itu dihadiahkan oleh Raja Gowa kepada salah seorang anak karaeng atau anak raja/anak bangsawan. “Anak Karaeng” inilah yang menjadi raja kecil atau penguasa di daerah “bate-anak-karaeng”. Semua rakyat di daerah itu harus tunduk dan melaksanakan perintah “anak karaeng” yang menjadi raja kecil/kerajaan bawahan Gowa tersebut.
Kerajaan-kerajaan (kekaraengan) kecil di Pangkep dipimpin oleh Bate-Bate’a yang masih punya hubungan kekerabatan langsung dengan keluarga Kerajaan Gowa sebagaimana halnya dengan Kerajaan Labakkang. Lain halnya dengan Segeri, kerajaan ini diperintah oleh raja-raja keturunan Luwu yang berkuasa di Kerajaan Tanete, disebabkan rakyat Segeri sendiri yang memintanya. Diantaranya, La Maddusila Karaeng Tanete yang memperanakkan La Patau, yang memperistri Besse Tungke, yang melahirkan putera-puteri, diantaranya La Sameggu Daeng Kalebbu.
Menurut Razak (dalam Makkulau, 2008), silsilah raja-raja Siang setelah tampuk pemerintahan Siang dipegang Karaengta Allu (setelah Siang dibawah dominasi Kerajaan Gowa) adalah sebagai berikut:
1. Karaengta Allu;
2. Johor atau Johoro’ (Mappasoro) Matinroe’ ri Ponrok, yang bersama Arung Palakka ke Pariaman pada abad XVII;
3. Patella Daeng Malliongi;
4. Pasempa Daeng Paraga;
5. Mangaweang Daeng Sisurung;
6. Pacandak Daeng Sirua (Karaeng Bonto-Bonto);
7. La Palambe Daeng Pabali (Karaeng Tallanga), sezaman dengan datangnya Belanda di Pangkajene;
8. Karaeng Kaluarrang dari Labakkang;
9. Ince Wangkang daru Malaka;
10. La Sollerang Daeng Malleja;
11. La Pappe Daeng Massikki, berasal dari Soppeng;
12. La Bapa Daeng Masalle;
13. La Djajalangkara Daeng Sitaba;
14. La Mauraga Daeng Malliungang;
15. Andi Burhanuddin;
16. Andi Muri Daeng Lulu.
Produk sistem kawin mawin Kerajaan Gowa dengan keluarga kerajaan-kerajaan kecil dalam wilayah Kerajaan Siang serta pengaruh Kerajaan Bone serta Kerajaan-kerajaan dalam wilayah semenanjung timur Sulawesi sebagai kerajaan-kerajaan yang pernah menancapkan pengaruhnya pada daerah yang sekarang dikenal sebagai Kabupaten Pangkep, yang membuat daerah ini dihuni oleh etnis Bugis Makassar dalam satu wilayah.
D. Stratifikasi Sosial Bangsawan Pangkep
Bagi para sosiolog seperti Karl Marx dan Max Weber (Aron, 1968) melihat adanya perbedaan sosial yang muncul dalam masyarakat secara vertikal. Ia kebanyakan bertumpu pada sudut pandang ketidaksamaan derajat (inequality) yang timbul karena perbedaan ekonomi semata. Seorang antropolog mencoba menekuni persoalan serupa dengan pandangan yang lebih jauh dan mendalam. Ia tidak hanya melihat kepada suatu persoalan yang bertumpu kepada ketidaksamaan vertical belaka, seperti hanya melihat perbedaan ekonomi saja, akan tetapi, dia ingin mencari sesuatu yang tidak universal dalam perbedaan vertikal.
Menurut Rahman (1988), bangsawan terdiri atas :
a. Puang ressu (Ranuh)
Lapisan ini mempunyai kadar darah “bangsawan” dalam perhitungan simbolik, disebut manassa ressu’ (benar-benar ranuh’). Ia merupakan hasil dari perkawinan antara seseorang ayah dengan ibu yang masing-masing mempunyai kadar darah melabu tongan (utuh dan sempurna).
b. Puang sangnging (murni)
Lapisan ini mempunyai kadar darah “bangsawan” dalam perhitungan simbolik yang disebut sangnging. Ia merupakan hasil perkawinan antara seorang ayah dengan ibu yang masing-masing pihak mempunyai kadar darah sangnging. Dapat juga terjadi bila ayah berkadar darah ressu’ dan ibu berkadar darah sangnging atau sebaliknya.
c. Puang tallupparapa (tiga perempat)
Lapisan ini memiliki kadar darah “bangsawan” dalam perhitungan simbolik di sebut tallupparapa. Ia merupakan hasil perkawinan antara ayah dengan ibu yang masing-masing berkadar darah tallupparapa’. Dapat juga terjadi sebagai hasil perkawinan antara seorang ayah yang berkadar darah “bangsawan” ressu’ atau sangnging dengan seorang ibu yang berkadar darah separapa’ (seperempat) ataupun sebaliknya.
d. Puang sassigi (setengah atau separuh)
Lapisan ini memiliki kadar darah “bangsawan” dalam perhitungan simbolik yang disebut sassigi’. Ia merupakan hasil perkawinan antara seorang ayah dengan seorang ibu yang masing-masing memiliki perhitungan kadar darah sassigi. Dapat juga terjadi bila ayah memiliki perhitungan kadar darah tallupparapa’ dan ibu separapa’ atau sebaliknya. Ia juga merupakan hasil perhitungan kadar darah ressu’ atau sangnging dengan ibu yang memiliki kadar darah biasa tanpa perhitungan kadar darah tetapi bukan budak.
e. Puang separapa’ (seperempat)
Lapisan ini memiliki kadar darah “bangsawan” dalam perhitungan simbolik yang disebut separapa’. Ia merupakan perkawinan hasil perkawinan antara seorang ayah dengan seorang ibu yang masing-masing mempunyai perhitungan kadar darah separapa’. Ia juga merupakan hasil perkawinan antara seorang ayah yang mempunyai kadar darah sassigi’ dengan ibu tanpa perhitungan kadar darah tetapi bukan budak.
f. Puang sallesor atau salleso’ (kurang dari seperempat)
Lapisan ini memiliki kadar darah “bangsawan” dalam perhitungan simbolik yang disebut sallessor atau sallego’. Ia merupakan hasil perkawinan antara seorang ayah dengan seorang ibu yang masing-masing mempunyai perhitungan kadar kurang dari seperempat. Ia juga dapat terjadi bila perkawinan antara seorang ayah yang memiliki kadar darah separapa’ dengan seorang ibu yang tidak memiliki perhitungan kadar darah tetapi bukan budak.
g. Puang dipisupai anna sarombong (nanti digosok baru menghasilkan bau harum)
Lapisan ini memiliki kadar darah “bangsawan” dalam perhitungan simbolik disebut dipisupai anna sarombong. Ia merupakan hasil dari perkawinan yang terjadi bila seorang ayah dengan seorang ibu yang masing-masing mempunyai kadar darah dalam perhitungan kurang dari darah sallesor. Dapat juga terjadi dari hasil perkawinan antara seorang ayah yang memiliki kadar darah sallesor kawin dengan seorang ibu yang tidak memiliki perhitungan kadar darah tetapi bukan budak dan sebaliknya.
Menurut Friedericy (dalam Koentjaraningrat, 2002), dulu ada tiga lapisan pokok, yaitu : (1) ana, karung (ana’ karaeng dalam bahasa Makassar) ialah lapisan kaum kerabat raja-raja, (2) to-maradeka adalah lapisan orang merdeka yang merupakan sebagian besar dari rakyat Sulawesi Selatan, dan (3) ata’ (Budak/buruh) adalah orang yang ditangkap dalam peperangan, orang yang tidak dapat membayar hutang, atau orang yang melanggar pantangan adat.
Kelompok pertama dalam masyarakat dibagi menjadi dua, yakni kelompok yang terdiri dari anggota keluarga raja dan kelompok yang terdiri dari bukan keluarga raja, yang mencakup para kepala-kepala daerah dibawah raja. Kelompok ini kembali dibagi dalam keturunan bangsawan tinggi dan rendah, dan kembali dipisahkan pada bangsawan lapisan bawah dan terbawah. Keturunan raja, kelompok kerabat raja, ana’-karaeng dibagi lagi dalam empat kelompok, yaitu ana’ ti’no (anak yang merupakan keturunan langsung dari raja), ana’ sipuwe (anak yang berdarah setengah bangsawan), ana’ cera’ (anak kandung), ana’ karaeng sala (bukan anak raja yang benar-benar). Ana’ ti’no adalah keturunan raja dari darah yang paling murni, atau mereka yang memiliki ana’ ti’no yang berasal dari ayah atau dari ibu, atau salah satu orang tuanya adalah ana’ ti’no dan yang lain adalah pangeran atau puteri darah termurni dari dinasti yang sama, seperti juga kerajaan Bone dan Sindereng. Ana’ Ti’no (Bugis : “anak matase”) merupakan anak laki-laki yang dihubungkan dengan hak untuk menggantikan tahta pemerintahan dibagi menjadi ana’ patola atau anak pengganti dan anak manrapi (anak angkat).
Ana’ patola adalah putera, saudara dan kemenakan dari raja yang memerintah sedang Ana’ manrapi adalah ana’ ti’no laki-laki yang bila tidak ada lagi orang-orang dari kalangan ana’ patola dapat dipertimbangkan menjadi raja. Selain itu dikenal pula ana’ sipuwe adalah anak-anak yang dilahirkan dari hubungan ana’ ti’no laki-laki dengan golongan menengah (tomaradeka) wanita. Orang dapat membagi ana’ sipuwe manrapi, yang artinya bahwa seseorang disini hanya dapat dianggap sebagai ana’ manrapi dari salah satu garis keturunan saja, misalnya ayah, dan kelompok Daeng-Daeng, yang merupakan orang-orang yang dipandang rendah tingkatannya dalam ana’ manrapi. Sementara Ana’ cera adalah keturunan dari pria ana’ ti’no atau ana’ sipuwe dengan budak wanita, atau lebih jelasnya, anak cera adalah anak raja yang ayahnya dari golongan “anak karaeng ti’no” (baik anak pattola maupun anak manrapi’ atau anak sipuwe, baik anak sipuwe manrapi maupun anak sipuwe) tetapi ibunya dari golongan ata (budak).
Yang dimaksud ana’ karaeng sala adalah hasil hubungan seorang pria ana’ sipuwe atau ana’ cera’ dengan seorang “ata” (budak wanita), atau bisa juga merupakan kalangan dari pria ana’ cera’ dengan wanita dari kalangan menengah. Mengingat begitu rendahnya tingkatan mereka, maka mereka dikatakan sebagai bukan asli anak bangsawan dan mereka tidak lagi dapat dianggap sebagai bangsawan/keturunan bangsawan.
Dalam usahanya untuk mencari latar belakang terjadinya pelapisan masyarakat, Friedericy berpedoman kepada peranan tokoh-tokoh yang disebut dalam La Galigo dan ia berkesimpulan, bahwa masyarakat Bugis dan Makassar pada mulanya hanya terdiri dari dua lapisan masyarakat. Lapisan Ata merupakan suatu perkembangan kemudian yang terjadi dalam zaman perkembangan dari organisasi-organisasi pribumi di Sulawesi Selatan.
Pada abad ke-20 lapisan ata dihilangkan karena larangan dari pemerintah kolonial dan desakan dari tokoh agama setempat. Sesudah perang dunia ke-2, arti dari perbedaan antara lapisan karaeng, to maradeka, dan ata semakin berkurang. Dalam kehidupan masyarakat juga sudah mulai berkurang dengan cepat, walaupun masih dipakai, akan tetapi tidak lagi mempunyai arti seperti masa lalu (fase tradisional dan fase Islam modern). Pada masa sekarang, makna stratifikasi sosial pada etnis Bugis dan Makassar justru sering diperkecil dengan sengaja. Sebab stratifikasi sosial lama, sering dianggap sebagai hambatan untuk kemajuan.
Sedangkan stratifikasi sosial masyarakat Sulawesi Selatan menurut Mattulada (1985) memberikan peranan dalam kehidupan, bukan hanya menurut penjiwaan. Pada umumnya persekutuan orang Bugis berdasarkan prinsip genealogis atau persekutuan kekerabatan, sehingga orang Bugis dan Makassar tidak terlalu terikat kepada wilayah tertentu dalam mencari nafkah.
Karena dimana saja mereka berkumpul bersama-sama dalam suatu persekutuan genealogis seperti dijumpai adanya: (1) Ajjoareng (orang yang menjadi pemimpin) bernama Arung (Bugis) dan Ponggawa (Makassar) adalah tokoh yang dijadikan sumbu kegiatan integratif dan perkembangan hidup kebudayaan secara keseluruhan. Sejak Kerajaan Bone kehilangan kedaulatannya pada tahun 1950 istilah ajjoareng (pemimpin) tidak lagi berarti aparat kekuasaan pemerintahan formal, (2) Joa (pengikut) pada zaman dulu terdiri atas lapisan masyarakat maradeka (merdeka) yang menunjukkan kesetiaan kepada ajjoareng (pemimpin). Dalam proses integrasi kegiatan antar lingkaran pusat dan lingkaran di luarnya diatur oleh Pangadereng (pedoman hidup) yang meliputi semua lingkaran kehidupan.
Sekarang tidak ada lagi arung (Bugis) atau pampawa ade (penjaga adat) dalam arti ajjoareng (pemimpin), namun puncak piramida sosial diduduki oleh kelompok elite baru yang terdiri atas aparat kekuasaan negara, seperti gubernur dan bupati/walikota, golongan cendekiawan, militer dan pemilik modal. Setelah masa penjajahan Belanda golongan elite kembali menempati kedudukan elite yang baru, dengan komposisi elite inilah yang berlangsung sampai kemerdekaan RI, sebagai berikut: (1) Kaum Anakarung (bangsawan) yang setia kepada Belanda dan golongan bangsawan yang berpendidikan (ambtenaar) sebagai kelas utama. (2) Kaum ambtenaar gubernermen, kalangan cendekiawan yang mendapatkan pendidikan formal dan kalangan ulama Islam/adat serta pemimpin gerakan sosial sebagai kelas menengah. (3). Kaum hartawan, pedagang dan pengusaha, sebagai elite kelas dasar.
Terbukanya peluang untuk menjadi elite bagi setiap lapisan masyarakat menyebabkan munculnya berbagai pengelompokan elite di Sulawesi Selatan. Setiap elite membentuk kelompok sesuai dengan profesinya. Ada kelompok militer, pengusaha, partai politik, suku, bangsawan, ulama dan berbagai kelompok elite lainnya.
E. Kerangka Pikir
Suatu yang hal tidak dapat disangkal bahwa umumnya masyarakat di Sulawesi Selatan, belum banyak yang mengetahui tentang terciptanya Onderafdeeling di Sulawesi Selatan, yang didasari oleh daerah-daerah yang direbut dan dikuasai langsung oleh Belanda. Penguasa-penguasa pada daerah-daerah tersebut berstatus sebagai “raja tanpa mahkota” (Onttroonde Vorsten). Para karaeng maggau’ (arung maggaue’) itu diberi gelar Regent oleh Pemerintah Hindia Belanda. (Syamsuddin, 1985 dalam Makkulau 2007).
Dalam perkembangan selanjutnya. Daerah Pangkep merupakan salah satu wilayah Onderafdeeling atau Locale Ressorten yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Desentralisasi yang dalam pertumbuhannya berubah menjadi Daerah Swatantra Tingkat II atas dasar UU No. 29 Tahun 1959 dan seterusnya berubah nama menjadi Kabupaten Daerah Tingkat II Pangkep (Kabupaten Dati II Pangkep) sampai dengan tahun 1999.
Pada mulanya kekaraengan Pangkajene tersebut bermula dan berasal dari kebangsawanan Barasa, yaitu sebuah wilayah yang sekarang masuk dalam lingkungan Kampung Baru-Baru Towa.
Menurut Friedericy (dalam Koentjaraningrat, 2002), dulu ada tiga lapisan pokok, yaitu : (1) ana, karung (ana’ karaeng dalam bahasa Makassar) ialah lapisan kaum kerabat raja-raja, (2) to-maradeka adalah lapisan orang merdeka yang merupakan sebagian besar dari rakyat Sulawesi Selatan, dan (3) ata’ (Budak/buruh) adalah orang yang ditangkap dalam peperangan, orang yang tidak dapat membayar hutang, atau orang yang melanggar pantangan adat.
Kabupaten Pangkep mayoritas dihuni oleh dua etnis yakni etnis Bugis dan Makassar. Oleh karena itu gelar bangsawan yang ada di Pangkep yaitu gelar puang yang diberikan kepada keturunan bangsawan Bugis dan Karaeng diberikan kepada keturunan bangsawan Makassar.
Keberadaan gelar bangsawan pada saat ini mengalami perubahan, dari kebangsawanan karaeng (Makassar) dan arung atau puang (Bugis) ke jabatan, pangkat, dan kedudukan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada skema berikut:
Gambar 1. Skema Kerangka Pikir
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan pada masyarakat Pangkep yang bertujuan mengetahui eksistensi gelar bangsawan di masa pemerintahan kerajaan dan masa otomi daerah. Moleong (2008) mengemukakan bahwa “karakteristik penelitian kualitatif di antaranya adalah (1) berlangsung di latar alamiah, (2) membatasi permasalahan yang diteliti, (3) menempatkan manusia sebagai alat atau instrumen penelitian, (4) analisis datanya dilakukan secara induktif, (5) mendeskripsikan hasil penelitian berdasarkan kutipan data, (6) dalam melaksanakan penelitian lebih mementingkan proses dari pada hasil, (7) pembuatan desain penelitian bersifat sementara dalam arti menyesuaikan dengan kenyataan di lapangan, (8) hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama antara peneliti dengan tokoh masyarakat yang dijadikan sumber data”. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di daerah Kabupaten Pangkep.
B. Deskripsi Fokus Penelitian
Untuk memudahkan pengamatan dan konseptualisasi fokus penelitian, maka fokus tersebut perlu dideskripsikan secara kongkrit, spesifik dan operasional yaitu eksistensi gelar bangsawan adalah keberadaan gelar bangsawan yang terdiri dari puang dan karaeng di masa pemerintah kerajaan dan masa pemerintahan otonomi daerah.
C. Jenis Data
Jenis data yang akan digunakan dalam penelitian ini terdiri dari:
1. Data primer adalah data yang dijaring melalui tehnik wawancara mendalam antara peneliti dan informan.
2. Data Sekunder adalah data yang didapatkan dari dinas atau instansi terkait, baik langsung atau secara tidak langsung dengan penelitian ini. Sumber data tersebut mempunyai data dasar tentang gambaran sejarah kebangsawan di pangkep, keadaan geografis, demografi, sarana dan prasarana.
D. Instrumen Penelitian
Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai pengamat dan pewawancara. Sebagai peneliti dan instrumen utama dalam penelitian ini, maka dimulai dari perencanaan, pengumpulan dan analisis data sehingga penulisan laporan penelitian ini seluruhnya dilakukan oleh peneliti. Sedangkan dalam mendukung tercapainya hasil penelitian digunakan alat bantu berupa pedoman wawancara, dokumentasi dan pencatatan hasil penelitian.
E. Informan dan Sumber Data Penelitian
Sumber data dalam penelitian ini adalah orang yang mengetahui eksistensi gelar bangsawan di Pangkep. Lebih rinci, informan dan sumber data diuraikan sebagai berikut:
1. Keturunan raja yang masih ada di Pangkep;
2. Tokoh masyarakat yang mengetahui tentang eksistensi gelar bangsawan di Pangkep;
3. Dinas Kebudayaan Kabupaten Pangkep;
F. Tehnik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data, maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah :
1. Wawancara tidak terstruktur dan mendalam ini dilakukan terhadap informan dengan maksud untuk mendapatkan keterangan yang sesungguhnya mengenai eksitensi gelar bangsawan di Pangkep pada masa pemerintahan kerajaan dan otonomi daerah.
2. Observasi yaitu mengadakan pengamatan secara langsung tentang eksistensi gelar bangsawan di Pangkep.
3. Dokumentasi adalah sumber data tertulis yang memberi informasi tentang gelar bangsawan dari masa pemerintahan kerajaan sampai pemerintahan otonomi daerah.
G. Analisis Data
Data yang diperoleh dari permasalahan pertama dianalisis dengan menggunakan analisis dekriptif dari awal sampai akhir penelitian, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mencatat semua temuan kenyataan di lapangan melalui observasi. Wawancara dan telaah dokumen, dalam bentuk catatan lapangan;
2. Menelaah kembali catatan hasil observasi, wawancara dan studi dokumentasi, serta memisahkan data yang dianggap penting dan tidak penting;
3. Membuat analisis akhir yang memungkinkan dalam bentuk laporan untuk kepentingan penulisan akhir penelitian.
4. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi: (1) triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber, (2) triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda, dan (3) triangulasi waktu yang dilakukan dengan cara melakukan mengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda.
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Andi Zainal. 1999. Kebudayaan Sulawesi Selatan. Ujung Pandang : Hasanuddin University Press.
Ali Fadillah, Moh. & Mahmud, M. Irfan. 2000. Kerajaan Siang Kuna-Sumber Tutur, Teks dan Tapak Arkiologi. Makassar : Balai Kajian Arkeologi Makassar dan Lembaga Penerbitan Universitas Hasanuddin.
Andaya, Laonard Y. 2004. Warisan Arung Palakka, Sejarah Sulawesi Selatan Abad XVII (Terjemahan), Makassar : Ininnawa.
Aron, Rymond. Main Currents in Sociological Though I. New York : A. Doubleday Anchor Book.
Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. 1981. Sejarah Pendidikan Daerah Sulawesi Selatan.Ujung Pandang : Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah.
Departemen Pendidikan Nasional. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.
Koenjaraningrat. 2002. Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Jakarta : Jambatan.
Makkulau, M. Farid W. 2008. Sejarah Kekaraengan di Pangkep. Makassar : Pustaka Refleksi.
Marszuki, Laica. 1995. Siri' : Bagian Kesadaran Hukum Rakyat Bugis Makassar, sebuah Telaah Fisafat Hukum. Makassar : Hasanuddin University Press.
Mattulada. 1985. Latoa, Ssuatu Lukisan Analitis Terhadap Antropologi Politik Orang Bugis. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.
________. 1996. Bingkisan Budaya Sulawesi Selatan, Anonim.
________. 1998. Sejarah, Masyarakat, dan Kebudayaan Sulawesi Selatan. Ujung Pandang : Universitas Hasanuddin.
Moleong, Lexy J. 2008. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Rosda.
PaEni, Mukhlis. 2009. Sejarah Kebudayaan Indonesia-Sistem Sosial. Jakarta : Rajawali Pres.
Pelras, Christian. 1977. Sumber Kepustakaan Eropa Barat, Mengenai Sulawesi Selatan: Dies Natalis ke XXI Fakultas Hukum, Universitas Hasanuddin.
________. 2006. Manusia Bugis (Terjemahan). Jakarta : Nalar, Forum Jakarta-Paris Ecole Francaise d'Extreme-Orient.
Poelinggomang, Edward L. & Mappangara, Suriadi. 2004. Sejarah Sulawesi Selatan, Jilid 1 & 2.Makassar : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Sulawesi Selatan.
Poesponegoro, Marwati Djoened. & Notosusanto, Nugroho. 1984. Sejarah Nasional Indonesia III.Jakarta : Balai Pustaka.
Rahman, Darmawan Mas'ud. 1988. Puang dan Daeng, Kajian Sistem Nilai Budaya Orang Balangnipa Mandar (Desertasi tidak diterbitkan). Makassar : PPs Universitas Hasanuddin.
Rahman, Darmawan Mas'ud., Kaluppa, Bahru. & Husain, Abd. Rifai. 1994. Taman Purbakala Sumpang Bita Di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.Ujung Pandang : Pemerintah Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan.
Rasuly, Muhammad Nur. 1984. Monografi Kebudayaan Bugis di Sulawesi Selatan. Makassar : Pemerintah Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan.
________. 1984. Monografi Kebudayaan Makassar di Sulawesi Selatan. Makassar : Pemerintah Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan.
Ricklefs, M.C. 2008. Sejarah: Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta : Serambi.
Saransi, Ahmad. 2003. Inventaris Arsip Pemerintah Kabupaten Tingkat II Pangkep 1947-1979, Volume 1. Makassar : Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Propinsi Sulawesi Selatan.
Sedyawati, Edi. 2006. Budaya Indonesia : Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah.Jakarta : Rajawali Pres.
Undang-Undang No. 29/1959 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Tingkat II di Propinsi Sulawesi Selatan.
PEDOMAN WAWANCARA
1. Bagaimana sejarah daerah Pangkep?
2. Bagaimana sejarah kekaraengan Pangkajene?
3. Bagaimana sejarah kekaraengan Bungoro?
4. Bagaimana sejarah kekaraengan Balocci?
5. Bagaimana sejarah kekaraengan Labakkang?
6. Bagaimana sejarah kekaraengan Ma,rang?
7. Bagaimana sejarah kekaraengan Sigeri?
8. Bagaimana sejarah kekaraengan Mandalle?
9. Bagaimana pertumbuhan pemerintaha pada masa pemerintaha kerajaan dan masa pemerintahan otonomi daerah?
10. Bagaimana eksistensi gelar bangsawan yaitu puang dan karaeng pada masa kini?
PROPOSAL
EKSISTENSI GELAR BANGSAWAN DI DAERAH PANGKEP
(Sebuah Tinjauan Historiografi)
MUH. ARSYAD RAHIM
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGE RI MAKASSAR
2012
LEMBAR PENGESAHAN
Judul : Eksistensi Gelar Bangsawan di Daerah Pangkep (Sebuah Tinjauan Historiografis)
Nama : Muh. Arsyad Rahim
No. Pokok : 10B02050
Program Studi : Pendidikan IPS
Kekhususan : Pendidikan Sejarah
Makassar, Pebruari 2012
Disetujui
Komisi Penasihat
Prof. Dr. Andi Ima Kusuma, M.Pd. Dr. Syamsu A. Kamaruddin, M.Si.
Ketua Anggota
Mengetahui,
Ketua Program Studi Direktur
Pendidikan IPS Program Pascasarjana
Kekhususan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Makassar
Prof. Dr. Andi Agustang, M.Si. Prof. Dr. Jasruddin, M.Si.
NIP. 19631227 198803 1 002 NIP. 19641222 199103 1 002
DAFTAR ISI
Halaman
BAB I. PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 6
C. Tujuan Penelitian 6
D. Manfaat Penelitian 6
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 7
A. Eksistensi Gelar Bangsawan 7
B. Sejarah Kekaraengan Pangkep 7
C. Pangkep pada Masa Kerajaan Siang Kuna 15
D. Stratifikasi Sosial Bangsawan Pangkep 19
E. Kerangka Pikir 26
BAB III. METODE PENELITIAN 29
A. Jenis dan Lokasi Penelitian 29
B. Deskripsi Fokus Penelitian 30
C. Jenis Data 30
D. Instrumen Penelitian 30
E. Informan dan Sumber Data Penelitian 31
F. Teknik Pengumpulan Data 31
G. Analisis Data 32
DAFTAR PUSTAKA 34
Langganan:
Postingan (Atom)











